Tanya di Desember
Pintar ya kamu, bisa tersenyum. Apakah kamu bahagia? Benarkah? Sesyukur itukah dirimu? Kebimbangan mulai memenuhi dirimu, iya kan? Tentang kamu yang sebenarnya. Iya, kamu yang memang mengerikan. Kamu menyembunyikannya menjadi baik dan baik-baik saja. Seperti bom waktu atau memang kamu selamanya bisa memendam hal itu. Sebenarnya apa yang kamu inginkan?
Terlalu banyak berbicara dengan dirimu sendiri. Bahkan ketika kamu berlari atau kamu menyibukkan diri menjalani dunia yang riuh ini. Mengapa kamu masih sempat berbicara dengan diri sendiri? Masih selalu menanyakan "Apa yang kamu inginkan sebenarnya? Apakah jalan yang kamu ambil bukan yang sebenarnya kamu inginkan? Atau kamu di ambang penyesalan? Apakah kamu menyesal?"
Jika benar kamu menyesal, bisakah kamu berubah? Bisakah kamu memperbaikinya? Sedangkan ketika ditanya begitu kamu masih yakin dengan jawabanmu "tidak" begitu kan? Kamu masih tidak sanggup berubah ke arah yang benar. Ya, bagi dirimu sendiri ternyata kamu tersesat. Kembalilah. Kamu adalah bukan apa-apa. Bukan siapa-siapa. Kamu adalah milik-Nya. Maka jadilah apa yang Dia inginkan. Kenapa masih belum yakin dan tidak mampu? Itulah kebodohanmu bagiku.
Semengerikan itu kamu berada di antara iya dan tidak. Seharusnya kamu bilang "iya", berubah ke arah yang lebih baik. Tapi kamu terus menerus menjalani harimu dengan berkata tidak dan sedikit demi sedikit berjalan ke arah yang tidak sesuai. Jangan mengajak orang lain menjadi kamu yang mengerikan. Kembalilah. Kamu masih punya kesempatan untuk berubah menjadi kamu yang benar-benar mencintai-Nya.

Komentar
Posting Komentar