Harapan kecil di Ramadhan 2025
Minggu, 2 Maret 2025
Menjalani puasa hari kedua di bulan Ramadhan ini, banyak wishlist yang aku inginkan. Utamanya semua bermuara pada aku yang lebih shaliha. Lalu apakah sekarang sudah shaliha? Jawabannya sudah, tentunya aku shaliha ya. Optimis, optimis. Intinya ingin semakin shaliha.
Beberapa whislistku, sama seperti Ramadhan sebelum-sebelumnya. Full puasa, full tarawih, bisa sedekah terutama ke saudara, tetangga terdekat, tetangga yang membutuhkan. Aamiin.
Dear pembaca, mungkin kamu sama seperti aku. Gaji pas-pasan namun sangat semangat untuk berbagi. Kalau iya, kamu bisa lanjut baca pengalamanku berbagi di tiap bulan ramadhan dan sudah kujalani sebanyak 7 kali.
Jadi pertama aku menentukan budget yang akan aku kasih, dulu pertama aku budget satu juta dalam bulan ramadhan itu. Kemudian aku bagi lagi ke beberapa orang yang akan aku kasih. Aku utamakan saudara dekat, dulu budget 40 ribu aku sudah bisa kasih sedikit sembako. Kalau tahun-tahun sekarang paling tidak 70 ribu.
Setelah aku list prioritas yang akan aku bagi (orang tua diluar budget itu, tentunya harus lebih besar dari saudara), dulu pertama banget hanya 32 orang yang aku kasih. Utamakan tetangga dan saudara dekat, syukur-syukur saudara jauh yang pulang kampung baliknya juga dikasih ya kan? Harusnya sih 32 kali 40 rb sekitar 1,28 ya? Tapi Alhamdulillah, asal kita punya niat sedekah, Allah pasti kasih aja banyak rezki ke kita.
Setelah ditulis nama penerima, kita mulai cari lokasi belanja. Enggak usah bral brol hari itu kebagi semua jangan. Nanti jadi capek ditambah kita kan juga puasa ya, jadi ya mending dibagi misal sehari kirim ke 5 - 10 orang yang paling dekat dulu, baru lanjutannya besok-besok. Sejauh ini aku praktik sih paling lama 5 hari sudah terbagi. Sisa nya yang saudara jauh dikasihkan pas hari H lebaran pas ketemu.
Sedekah di bulan Ramadhan kalau bahasa sini namanya munjung. Munjung terakhir yang aku kasih yaitu untuk sekitar 52 orang sebesar 70 ribu. Tapi untuk tahun ini aku masih belum yakin meski sudah masuk Ramadhan, ada prioritas lain yang harus aku penuhi.
Gaes, ini bukan hal yang wajib, iya kan. Ini sunnah ya, dilakukan dapat pahala, enggak juga gapapa. Niat baik aja udh d itulis malaikat, apalagi beneran kita realisasikan. Tahun ini sepertinya akan ada sedikit perubahan dari list sebelumnya dengan cara membaginya. Karena ada skala prioritas habis lebaran yang masih harus aku utamakan sehingga aku harus sedikit mangkas pengeluaran untuk ditabung. Nanti endingnya aku ngasih lagi atau tidak aku enggak maksa Allah SWT, buat kasih rezki lebih banyak dan banyak lagi. Karena memang sudah banyak banget yang aku dapatkan dan tidak terhitung. Jika memang tahun ini harus berhenti dulu ya enggak apa-apa. Tapi aku masih percaya, Allah bakal kasih rezki untuk aku bisa berbagi ke saudara.

Komentar
Posting Komentar